| Ridi さんのプロフィールRidi 's Space | Non Tech...フォトブログつながり | ヘルプ |
|
|
9月12日 The Patterns of Life | Part OneSetidaknya ini sebuah renungan, banyak orang yang mengemukakan kita berada dalam masa 1/3 malam terbaik di Ramadhan atau di malam tersebut ada yang kita namakan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Betapa sulitnya saya pribadi untuk terbangun di tengah malam, mengumpulkan energi untuk berdzikir padaNYA, betapa sulitnya saya untuk bersimpuh di malam hari berharap untuk berkah dan rahmatnya. Dan semuanya kesampaian.... dengan sebuah kata "itu Sulit". Pikiran saya memperkuat pemikiran bahwa hal tersebut adalah "sulit" dengan berbagai alasan logis yang mendorong suatu keinginan di pikiran kita yang membenarkan bahwa itu sulit, entah itu terlalu lelahnya di dunia, ketiduran, atau...sebut saja alasannya. Bahkan percaya atau tidak kita cukup senang kalau pemikiran "itu sulit" itu didukung oleh rekan-rekan kita yang merasa hal "itu adalah sulit". Kehidupan berada di pikiran kita Percaya pada aspek pikiran? Saya sendiri merasa hidup dalam dunia kecil pribadi. Setiap pagi kita melakukan "perjalanan" kecil kita. Pikiran kita seperti kamera yang merekam kejadian dalam hidup kita. Dunia adalah panggungnya, dan kita menyadari bahwa semua yang terjadi berada dalam pikiran kita. Apa maknanya selayaknya kita semua menyadari bahwa bukan kehidupan di luar kepala kita yang menentukan kebahagiaan kita, melainkan cara kita melihat kehidupan dalam kepala kita. Kepala kita lah yang menentukan anggapan emosional dan psikologis. Beberapa saat teman dekat saya bercerita tentang "permainan psikologis" di Facebook.. intinya adalah upaya mendecoy pemikiran orang lain lewat suatu status yang unik, berbeda, dan mencolok dari kenyataan. Istilah Pak Lukito ini dikenal dengan virtual personality, dan mungkin bagi saya istilah ini dikenal dengan "mind drifting". Lagi-lagi pikiran yang menentukan. Pada umumnya kita berpikir apa adanya, dan pada saat kita berpikir apa adanya hasil yang kita peroleh juga apa adanya. Baru-baru ini saya kagum dengan sebuah perusahaan yang mempertahankan mesin renesis lengeseran dari mobil mereka yang terkesan boros (RX-7), mereka kekeh (baca bersikeras) mempertahankan mesin renesis tersebut untuk generasi yang lebih muda (RX-8). Alhasil begitu dibesut dan disempurnakan mesin renesis rotary tersebut berjalan sempurna dengan 1300 cc dia mampu membelah jalan Magelang dengan menyaingi Celica yang notabene 1800cc (piston) begitu saja (walaupun gosipnya perusahaan tersebut mengalami kerugian tapi mereka merealisasikan pemikiran mereka agar reneis tetap dilestarikan).. tetapi tetap saja mesin yang canggih tersebut boros dengan konsumsi bahan bakar 1:5 (dalam kota). Lalu apa yang dilakukan perusahaan tersebut untuk mendongkrak penjualan...mereka membuat suatu iklan yang mengesankan dengan mengetumakan kenikmatan berkendara dengan sebuah single lagu berjudul Zoom-Zoom yang tertanam di merk tersebut. Cobalah Anda mengendarai dan memutar lagunya dijamin Anda akan merasakan jalan magelang serasa menjadi surga adrenalin.....diiringin beat single Zoom zoom Padahal...mobilnya sama borosnya, handlingnya sama, apa yang beda....?? pikiran kita yang merasakan beat single zoom-zoom dengan menyatukan visualisasi pesan pesan di lagu tersebut dengan apa yang Anda kendarai. that's it sekali lagi pikiran kitalah yang menentukan... bukan pikiran orang lain... dan pihak Mazda mempengaruhi pola pikir kita dengan merubah mindset mereka dengan memaksakan renesis untuk hidup kembali. Lalu apa hubungannya dengan judul di atas. Apa pesan moralnya agar hidup berbeda, satu atau lebih dari tiga situasi ini harus terjadi: orang lain berubah (lihat yang dilakukan Mazda), kita berubah (terpengaruhi), atau keduanya. Bila kita perhatikan orang-orang yang memiliki idealisme dan keyakinan serupa akan berkumpul bersama, karena kebanyakan orang membutuhkan orang lain untuk meyakinkan mereka bahwa keyakinannya benar. Istilah komunitas baik darat maupun virtual membuktikannya. Semua orang telah bersikap dengan cara tertentu yang menjadi pilihannya, dan itu semua bisa diprediksi, sampai kita memutuskan untuk berubah atau sesuatu yang membuat mereka berubah. Sisanya...kehidupan tidak akan mengejutkan kita di esok hari bila pikiran tetap sama. Sang Pencipta sendiri mendorong agar kita berjuang dan tidak diam saja apabila hendak berubah (AL Mujadalah ayat 11), Dia memberikan stimulan dengan membuat hidup kita tidak terprediksi sehingga kita bisa belajar dari ketidak pastian tersebut. Jika dunia sepenuhnya aman maka kita akan belajar sangat sedikit, jika setiap orang mencapai apa yang ia impikan dengan sebuah kepastian maka tentu tidak ada resiko. Penolakan, terluka, dan semuanya adalah resiko. Pikiranlah yang mengawali Anda berani terima atau tidaknya sebuah resiko Pusatkan energi, lakukan hal yang berbeda untuk memperoleh hasil yang berbeda, kita hanya hidup satu kali, jadi mari kita lakukan yang terbaik...melalui pikiran kita. Fire, aim, aim, aim (Kent Beck, Bapak Extreme Programming)
To be continue... トラックバックこの記事のトラックバックの URL は次のとおりです。 http://ridif.spaces.live.com/blog/cns!1A1C328B89C1FDC0!861.trak この記事を参照しているブログ
|
|
|